KENDARI, KOMPAS.com – Ledakan bom dari jenis granat nanas yang menewaskan empat orang di ruangan Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Haluoleo (UHO) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berawal dari latihan pengenalan bahan peledak oleh instruktur dari Gegana Brimob setempat.

Syamsudin (24), salah satu peserta Pelatihan Dasar Pengamanan Satpam kerja sama UHO dengan Polda Sultra menuturkan, kejadian naas itu berawal saat Aiptu Syafruddin dan Brigdir Muhammad Haidir sebagai instruktur memperkenalkan jenis-jenis bahan peledak tersebut.

“Ada empat barang itu diletakkan di atas meja saat materi pengenalan bahan peledak, lalu Brigadir Haidir mengambil salah satu bahan peledak dan memberikannya kepada salah satu peserta. Saat memberikan barang ke peserta, terlepas dari tangannya dan granat pun jatuh ke lantai sembari melepaskan pemantik granat itu,” kata Syamsudin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kendari, Selasa (29/3/2016) malam.

Saat granat itu jatuh, lanjut Syamsuddin, dirinya langsung menunduk dan berlindung di bawah meja.

“Kejadiannya cepat sekali, seluruh peserta berhamburan keluar ruangan sampai sekarang telingaku masih mendengung akibat suara ledakan. Saat barang itu disimpan di atas meja, kita belum pakai baju penjinak bahan peledak,” ungkapnya.

Kapolda Sultra Brigjen Agung Sabar Santoso mengatakan, pihaknya masih menyelidiki secara mendalam peristiwa tersebut. Pihaknya sedang meminta keterangan delapan orang saksi.

“Ini program pelatihan Satpam, pada saat instruktur Brigadir Haidir membuka kunci granat, lalu mengarahkan granat tersebut ke arah peserta pelatihan untuk diperlihatkan, tiba-tiba granat meledak,” jelas Kapolda.

Pihaknya juga belum bisa memastikan jenis bom itu.

“Jenis bomnya juga kita belum ketahui, apakah jenis bom tangan, bom ikan atau apa. Masih kita dalami,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Haluoleo (UHO) Usman Rianse yang dikonfirmasi mengaku belum menerima informasi detail soal insiden itu.

“Saat kejadian saya sedang divisitasi tentang prodi Agribisnis. Saya sampaikan turut berduka cita terhadap para korban,” jelas Usman melalui telepon selularnya.

Sementara itu, empat jenazah korban ledakan dikumpulkan di RS Bhayangkara Kendari untuk divisum. Ratusan keluarga korban memadati rumah sakit Polri hingga malam ini.

Penulis: Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor: Farid Assifa

Referensi |
http://regional.kompas.com/read/2016/03/29/20534391/Kronologi.Ledakan.Granat.di.Kampus.UHO.yang.Menewaskan.4.Orang.