jadian ini adalah kisah nyata yang pernah aku alami. Waktu itu aku bekerja sebagai penjaga apotek obat tradisional.

Tempat kerjaku merupakan tempat tinggalku juga karena bosku memberi fasilitas tempat tinggal di dalam. Bosku membutuhkan karyawan karena karyawannya yang lama akan mengundurkan diri.

Aku ditraining oleh karyawan yang lama itu selama seminggu. Selama masa training, kami bekerja bergantian. Kadang aku bekerja antara pukul 07.00 – 15.00, kadang juga aku dapat giliran jaga apotek dari pukul 14.00 – 22.00. Aku menjalani masa training dengan baik. Hingga akhirnya si karyawan lama sudah tidak bekerja lagi, dan aku bekerja dengan teman kerja baru yang tinggal di luar (karena teman baru tersebut sudah berkeluarga).

Pekerjaanku sebagai penjaga apotek hanyalah melayani orang yang hendak membeli obat kemudian uang hasil penjualan disimpan di laci, dan aku mencatat barang yang terjual beserta harganya. Jika malam hari, aku menyetorkan uang hasil penjualan ke bosku.

Selama aku menjaga apotek, alhamdulillah jarang sekali ada uang lebih. Kata temanku, aku orangnya teliti. Namun inilah yang menjadi sumber permasalahan.
Bosku mulai curiga.

Dahulu waktu apoteknya masih dijaga oleh karyawan lama yang sudah mengundurkan diri itu, uang penjualan sering lebih. Namun begitu aku yang menjaga, uang penjualan pas.

Aku menceritakan masalah ini kepada ibuku. Ibu selalu pesan untuk selalu bersabar. Jangan pernah takut jika kita tidak melakukan kesalahan. Dan satu lagi pesan ibu, sering2lah mengucapkan la haula wala quwwata illa billahil aliyil adzim, entah secara lisan atau di hati.

Aku pun melaksanakan apa yang disarankan oleh ibu. Tanpa sepengetahuanku, bosku memanggil kembali karyawan lama yang sudah mengundurkan diri itu. Aku tidak tahu rencana apa yang disusun bosku.

Hingga akhirnya, bosku memanggilku dan menyuruh aku untuk berwudhu. Aku pun mengikuti kemauannya. Aku berwudhu dan menemui bosku. Masya Allah. . . Ternyata bosku menyuruhku untuk melakukan sumpah di atas Al Qur’an.

Dia ingin aku bersumpah untuk membuktikan kejujuranku dalam menjaga tokonya. Allahu Akbar. Rasanya waktu itu aku ingin menangis, menjerit. Apakah dia berprasangka kalau jilbab yang aku kenakan hanya untuk kedok saja?

Ya sudahlah, karena aku merasa berada di jalan yang benar dan tidak melakukan kecurangan apapun selama bekerja, aku mau disumpah dengan Al Qur’an.

Bosku bilang, kalau aku berbohong, maka selama 3 hari ke depan akan terjadi musibah denganku. Namun jika aku jujur, semua akan baik-baik saja.

Selama 3 hari, alhamdulillah tidak terjadi sesuatu apapun denganku. Lha emang aku tidak bohong kok. Allah Maha Tahu. Allah tidak pernah tidur. Walaupun sewaktu kerja kita tidak mendapatkan pengawasan langsung dari bos, namun ada Allah yang selalu mengawasi gerak gerik kita setiap saat.

Akhirnya bosku memberhentikan aku dengan alasan kurang cocok dengan aku. Aku sie alhamdulillah saja. Aku terima keputusan dia dengan hati lapang dan ikhlas.

Sewaktu aku mengemasi barang-barang, ada telepon masuk. Dan subhanallah, , , ada panggilan kerja dari perusahaan yang selama ini aku tunggu-tunggu.

Betapa pemurahnya Allah terhadapku. Aku yang baru saja diberhentikan dari pekerjaan alhamdulillah bisa kembali mendapatkan pekerjaan yang kini benar-benar merubah jalan hidupku.

La Haula Wala Quwwata Illa Billahil Aliyil Adzim (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung).

SUMBER ARTIKEL