Prasangka Positif VS Prasangka Negatif dan Akibatnya

Sekarang kita belajar menjadi THE WINNER yuk. The winner itu orangnya selalu berpikir positif. Makin the winner makin positif full, tidak setengah-setengah. Memang ada positif tetapi setengah-setengah? Ada.. Oleh karenanya mari belajar bareng2..

Contoh beberapa statement berikut ini,

Kebangetan itu orang, ane cuma dikasih segini doang = Negatif full
Alhamdulillah dikasih = Positif

Statement yang bertama jelas negatif full. Sudah dikasih masih saja ngata-ngatain. Ini namanya orang yang tidak tahu berterimakasih. Statement kedua adalah statemen positif

Contoh lainnya

Yaelah hujan, jadi terlambat deh = Negatif
Alhamdulillah hujan = Positif

Statement pertama adalah kata2 yang biasa kita dengar. Namun seringkali kita tidak sadar bahwa itu adalah statement negatif. Hujan kok dikomplain? Dikomplain atau tidak kalau memang hujan ya tetap hujan, ya nggak? Statement ke dua positif full

Contoh yang lain

Sabaar aja deh, semoga dia kena batunya = Negatif
Sabar (kena batunya jangan disebut) = Positif

Kata/statement yang pertama nampak positif karena ada kata sabar. Namun sebenarnya malah negatif. Sama seperti statement “Astaghfirullaah gimana sih, sudah dibilangin masih aja ngeyel”. Ini negatif lho. Sedangkan statement kedua positif

Contoh lagi

Alhamdulillah sudah punya rumah meski kecil = masih negatif (tidak full positif)
Alhamdulillah sudah punya rumah (kecilnya jangan disebut) = Positif full

Pesan:

Positif dan negatif sebenarnya jelas banget. Pun rasa dalam hati juga nyata. Kadang negatif full, kadang tengah2, kadang positif full. Masing-masing (sesuai hukum sebab akibat) akan memicu result yang berbeda seiring proses dan waktu.

Jika prasangka positif adalah jalan Tuhan dan prasangka negatif adalah jalan Syetan, maka sebenarnya mudah sekali menilai dan mengukur seberapa besar kita sedang menuju kebahagiaan (surga) dan seberapa besar kita menuju kebinasaan (neraka).

SUMBER ARTIKEL